Berikut Jalanan Yang Akan Menjadi Satu Arah di Makassar

7 Agustus 2017 21:20
Ilustrasi jalan di Makassar (Int)

MAKASSAR, INIKATA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar berencana akan memberlakukan jalur satu arah di Jalan Karunrung, Kecamatan Ujung Pandang.

Pemberlakukan jalur satu arah tersebut bakal dimulai dengan melakukan simulasi yang rencananya akan berlangsung pekan depan.

“Rencananya pekan depan kita simulasikan dan kembali berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Kepala Dishub Makassar, Muh Mario Said. Senin (7/8/2017).

Dishub Makassar saat ini menyiapkan rekayasa lalulintas dengan memasang rambu-rambu tanda larangan di Jalan Karunrung dari arah Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Saddang.

Kata Mario, Jalan Lasinrang hanya bisa gunakan bagi pengendara dari arah Jalan Arief Rate dan Bonto Lempangan.

“Tinggal dipasangi perbodeng dan di traffic light arah Sudirman dan Sungai Saddang untuk menghindari krosing di Lasinrang dan di Arief Rate median tengah manggis ditutup, dipasangi barrier, dan di depan posko Shabara polisi di Arief Rate kita juga pasangi barrier,” ujarnya.

Barrier di depan posko Sabhara Polrestabes Makassar, kata Mario bertujuan untuk menghindari kemacetan dari kendaraan yang kerap memotong atau berputar balik arah.

Lanjut dia, rencana ini telah dirapatkan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Makassar.

“Kami juga sudah rapatkan dengan kepolisian, tinggal berkoordinasi lebih lanjut saat akan disimulasikan,” sambung Mario.

Menurutnya, jalur dua arah sudah dianggap tidak lagi memungkinkan untuk diberlakukan di beberapa ruas jalan. Mengingat kondisi kemacetan di Makassar mulai meningkat. Sehingga alternatif jalan satu arah menjadi salah satu solusi meski direncanakan baru akan diterapkan dibeberapa ruas jalan saja, termasuk di Jalan Nusantara.

Tambah Mario, untuk di Jalan Nusantara rencana simulasi satu arah akan dilakukan di September mendatang.

“di Jalan Nusantara dalam waktu dekat kita akan rapat dengan kepolisian menyamakan persepsi,” ungkapnya.

Jalur satu arah ini tidak mengalami perubahan pada konsep awal yang telah direncanakan.

Kendaraan dari Jalan Haji Bau tidak lagi diperbolehkan untuk belok kanan menuju ke Jalan Penghibur.

Satu arah ini berlaku dari arah Utara Makassar (Jalan Tol) ke selatan Makassar (Penghibur-Haji Bau dan Rajawali).

“Nusantara kemungkin terus ke pasar ikan tidak bisa ke Jalan Riburane. Orang mau ke Riburane harus putar ke WR Supratman baru tembus kembali. Terus dari pasar ikan langsung menuju ke Jalan Penghibur dan Haji Bau,” tambah Mario.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas, Jasman Launtu menyatakan, sesuai hasil kesepakatan tim teknis, maka larangan masuk kendaraan hanya di jam-jam tertentu saja, khususnya bagi roda empat (mobil).

“Kalau motor masih bisa melintas. Hanya saja mobil dibatasi dari Jam 6 pagi sampai 6 sore, malam harinya sudah bisa melintas. Jadi solusi jangka pendek sementara kita pasangi barrier di traffic light Sudirman,” terangnya.

Hasil survey lapangan pihaknya, belakangan ini di Jalan Karunrung memang kerap menimbulkan hambatan samping oleh parkiran disekitaran traffic light oleh kendaraan parki dalam kondisi melintang.

Sehingga kecamatan dari arah Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Saddang kerap terjadi.

“Jadi kemarin ada dua alternative solusi. Tetapi ini yang kita sepakati. Jadi kendaraan yang ingin ke jalan karuntung bisa melintas dari Jalan Emmy Saelan, Haji Bau dan atau dari Bonto Lempangan,’’ tambah Jasman.

Lanjutnya, median di Jalan Arief Rate atau tepatnya yang mengarah ke Jalan Manggi juga akan ditutup.

“Semakin banyak bukaan maka semakin terjadi potongan dan putaran,” sebut Jasman.(**)